Senin, 18 Juni 2018

Pasti Gak Asing! Kapan Lulus, Kapan Nikah?

Sudah lama nih gak ngepost disini, beberapa post juga belum di update karena ada kesibukan di dunia nyata menjadi pengacara (pengangguran banyak acara). Okayy temen-temen, kali ini pengen curhat aja sih sekaligus ngeluarin opini seputar pertanyaan yang pasti udah gak asing didengar dan agak pusing ngejawabnya 😆

Kapan Lulus, Kapan Nikah

Judulnya kapan lulus dan kapan nikah. Ini pertanyaan sebenarnya agak menyinggung kaum solo fighter 😆 dan biasanya pertanyaan seperti ini dapat ditemukan ketika bertemu teman/kerabat yang sudah lama tidak jumpa, kumpulan keluarga, reunian sekolah, bertemu mantan, dsb.

Makna pertanyaan seperti ini cukup banyak arahnya teman-teman, Bisa disebabkan karena : 
1. Si penanya bener-bener ingin tau status lawan pembicaranya, tapi kalo di pikir-pikir polos banget yah..
2. Si penanya ingin menyinggung lawan pembicara..
3. Si penanya cuma pengen basa basi, yang ini keterlaluan banget sih..
4. Coba temen-temen pikirkan sendiri..

Dulu waktu aku masih abg (ceilaa) mendengar pertanyaan seperti ini itu biasa aja. Suatu hari temenku (temen yg udah tua, beda 5 tahun umurnya) curhat dgn ekspresi kesal karena ditanyai pertanyaan seperti ini terus. Dalam sesi curhatannya, sempat ku berfikir "lho, kok cuman ditanyain kek gini kok dia kesel". 

Tapi sekarang, setelah ku menghitung umur dan menata masa depan, ditanyai hal seperti ini ternyata sedikit menyebalkan yah 😅 Bagaimana tidak...

Poin Pertama: buat ku menyelesaikan study ini tidak lah gampang.

Aku sendiri sekarang sedang berproses menyelesaikan study jurusan Teknik Informatika yang dasarnya aku itu bukan dari kejuruan, hanya dari sekolah menengah atas yang bermodalkan nekad, tekad dan skill otodidak untuk masuk ke Informatika. Mengkin beda cerita jika aku sudah penjurusan di awal-awal yang notabene dasarnya sudah terstruktur dengan jelas. (Maaf ya ini bukan alibi tapi faktanya memang seperti ini) Tapi sepertinya balik lagi yah ke personal masing-masing?

Setiap matakuliah baru itu adalah pengalaman baru, mungkin ada beberapa yang aku udah agak familiar seperti yang berhubungan dengan website, entah itu designer ataupun programmer web.

Dan yang aku rasakan bahwa Informatika yang aku kenal ini sangatlah luas, rambatannya itu bukan hanya pada satu palang pintu saja. Jadi ya.. mungkin ngerti maksudku kan?

Poin Kedua: dan buat ku menemukan seseorang yang dirasa pantas untuk bersanding dengan kita itu tidak semudah membalikan telapak tangan.

Kalaupun itu kita sudah menemukannya, kita juga harus memikirkan bagaimana mempertanggung jawabkan dia nantinya. Karena pertanggung jawaban, amalan, hak, dsb yg tadinya dimiliki orang tua dia akan secara otomatis berpindah ketangan kita yg menjadi imam untuk dia ketika ijab kabul diyatakan sah.

Ini juga penting, nafkah lahir batin harus dipikirkan. Memang rezeki sudah di atur untuk setiap hambanya oleh Tuhan dan akupun percaya akan hal itu. Tapi sempatkah terpikir oleh temen-temen, apakah rezeki akan datang dengan sendirinya? tentu saja tidak. Maka dari itu, buat ku hal ini harus dipikirkan, diperhitungkan, disiapkan dengan matang.

Pokoknya banyak sekali hal-hal yg memang harus dipersiapkan. Jadi kita jangan hanya mengandalkan mental dan keberanian saja. Karena pernikahan itu tidak hanya "tidur ada yang nemenin" saja 😆

Buatku pernikahan adalah sakral dan tidak untuk dibuat main-main. Harapanku dan mudah-mudahan aku hanya dinikahkan untuk dia (dia jodohku, belum ketahuan wujudnya 😜) saja. InsyaAllah

Akhir Kata, seperti itulah ya. Bingung-bingung gurih sedang meresapi hati dan melanda perasaan ini . (Tuhkan ngaco) 😜 Mungkin itu saja untuk postingan kali ini. Ambil yang baiknya, tinggalkan yang buruknya. Byebye..